Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan tidak ada alasan kuat bagi Jepang untuk mempermasalahkan aturan bea keluar mineral kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi, Thamrin Sihite, mengatakan, aturan bea keluar untuk 65 jenis komoditas barang tambang mineral sebesar 20 persen tersebut merupakan kebijakan mengamankan pasokan dalam negeri. "Tidak ada alasan mereka membawa Indonesia ke WTO," kata Thamrin Sihite kepada media di Jakarta.

Thamrin menjelaskan, kebijakan bea keluar mineral ini bertujuan untuk menjaga lingkungan hidup dan penataan kembali sektor pertambangan agar keamanan pasokan mineral dalam negeri dapat terpenuhi.

Ia menjelaskan, suatu negara bisa mengadukan ke WTO kalau ada negara yang melarang ekspor secara penuh. Indonesia, dia melanjutkan, tetap memperbolehkan ekspor mineral, namun dengan syarat, yaitu melakukan hilirisasi sektor pertambangan.

Kementerian Energi telah bertemu dengan perwakilan Jepang, yang saat ini merupakan pengguna nikel terbesar kedua di dunia. Pemerintah Indonesia telah menjelaskan latar belakang keluarnya aturan bea keluar mineral kepada perwakilan Jepang.

Hasil pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu, Thamrin melanjutkan, perwakilan Jepang telah mengerti dengan langkah yang diambil pemerintah. Namun, Thamrin tidak tahu pasti apakah Jepang tetap melanjutkan niatnya mengadukan ke WTO atau tidak. "Mereka tahunya Indonesia stop ekspor, padahal tidak benar," katanya.

Sebelumnya, Jepang menuntut Indonesia untuk menghapus larangan ekspor bijih mineral kepada WTO. "Langkah-langkah sepihak di Indonesia itu tidak sesuai," kata Takayuki Ueda, direktur jenderal industri manufaktur Departemen Perdagangan Jepang, dalam satu wawancara di Tokyo, 11 Juni 2012.

Akibat diberlakukannya bea keluar bahan tambang, harga nikel dunia yang digunakan untuk memperkuat stainless steel pada produk-produk rumah tangga akan naik sekitar 18 persen menjadi US$20.000 per metrik ton pada kuartal keempat.
READ MORE -> Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Target IMI Suslel

Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel menargetkan cabang balap motor mampu meraih satu medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau pada September mendatang.

Ketua Komisi Roda Dua Pengprov IMI Sulsel,Andi Kasim Alwi mengatakan, kendati Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel hanya membebankan meraih satu perak dan satu perunggu, tapi pihaknya optimistis cabang olahraga (cabor) balap motor bisa meraih medali emas. “Target kami lebih dari yang diharapkan KONI Sulsel,”sebutnya.

Menurut dia, keyakinan tersebut muncul karena prestasi Iswandi Muis,atlet balap motor Sulsel cukup bagus saat Pra PON CVIII lalu. “Saat itu, Sulsel berada di urutan pertama,” ujar dia. Selain itu, Iswandi telah berpengalaman di berbagai kejuaraan baik lokal, nasional, maupun internasional. “Dalam waktu dekat ini dia akan berangkat ke China.Ini bagian dari try out sebelum tampil pada PON September mendatang,” kata Andi Kasim.

Sulsel, lanjut dia, juga memiliki starter andalan, Hermas Bass yang diharapkan bisa meraih medali, minimal perak. Herman Bass akan turun dikelas 110 CC perorangan dan beregu. Sedangkan Iswandi, hanya turun dikelas 110 CC beregu.
READ MORE -> Target IMI Suslel
 
 
Copyright © 2012 SEO Hitamku All rights reserved Mas Hari
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia